[2020] Contoh Pantun Kiasan Dan Maknanya

Definisi Pantun Kiasan . Pantun kiasan adalah pantun yg isinya berupa ibarat. Yaitu mengkiaskan sesuatu dengan sesuatu yang lain.

Kadangkalah pantun ini berisi dengan pribahasa.

Contohnya:

Berburu ke padang datar,

mendapat rusa belang di kaki.

Berguru kepalang ajar,

bagai bunga kembang tidak jadi.

Cirinya artinya adanya perbandingan. Contoh pantun di atas membandingkan antara orang yg belajar dengan bunga.

Belajar yang tidak benar-benar-sungguh ibarat bunga tetapi tidak memiliki kembang.

Baca pula:

Pantun Cinta dengan beragam tema.

Pantun Kiasan Beserta Artinya

kumpulan contoh pantun kiasan dan maknanya.
Banyak kiasan yg diambil dari kenyataan alam.
Untuk lebih memahami pantun kiasan, ada baiknya untuk meneliti dengan seksama beberapa bait contoh pantun di bawah ini.

Berikut ini adalah model pantun kiasan dengan merupakan.

[1]

Kusangka masih malam hari,

rupanya telah datang siang.

Kusangka bunga mekar berseri,

rupanya layu dihisap kumbang. Maknanya:

Menyangka bahwa gadis pujaannya masih sendiri, namun kenyataannya gadis tersebut sudah diambil orang.

[2]

Naik perahu dekat kemudi,

betapa harum bunga selasih.

Elok nian resminya padi,

makin tunduk jika berisi. Maknanya:

Ambilah pelajaran dari padi. Yakni semakin kaya, semakin pandai , semakin hebat, maka ia akan semakin rendah hati pada hadapan manusia lainnya.

[3]

Tanam ubi tanam kentang,

petik jagung tiada tersisa.

Petang sekarang telah datang,

tinggi pula batang usia. Maknanya:

Pantun kiasan pada atas menjelaskan tentang saat tua. Yaitu mengenai habisnya masa remaja sekaligus datangnya saat tua.

[4]

Diam verbal banyak merenung,

lompat tinggi anak tupai.

Hendak hati memeluk gunung,

apa daya tangan tak sampai. Maknanya:

Memiliki asa yang sangat akbar tetapi sangat tidak mungkin tercapai.

[5]

Pohon tua diklaim buhun,

poly dahannya yg berduri.

Kering dijemur dalam setahun,

basah oleh hujan sehari. Maknanya:

Usaha yg dilakukan sangat lama sia-sia sang kesalahan mini .

[6]

Rusa padang belang pada kaki,

mangga kueni amat wangi.

Tinggi gunung tetap didaki,

lautan api kan disebrangi. Maknanya:

Pantun kiasan di atas mengandung makna tentang semangat dan tekad yg sangat kuat.

[7]

Randu tinggal randu,

panjang duri sampai sekilan.

Rindu tinggalah rindu,

bagai pungguk rindukan bulan. Maknanya:

Seseorang yg jatuh cinta. Hanya saja tidak mungkin cintanya manunggal.

[8]

Pandai ikan pada berenang,

beda kolam ikannnya lain.

Sehari sehelai benang,

setahun menjadi kain. Artinya:

Pantun di atas berisikan pepatah yg adalah bila kita tekun mengerjakan apapun, pasti akan membawa output.

Itulah beberapa model pantun kiasan & merupakan. Semoga sanggup membantu engkau . Ada pertanyaan? Silakan hubungi rani.Maharani@gmail.Com

Tentang Pantun Kiasan

contoh pantun kiasan dengan maknanya.
Suku Melayu dikenal sangat dekat dengan alam. Alam merupakan guru bagi suku Melayu. Mereka banyak memetik hikmah dari ayat-ayat kauniyah.
Pantun kiasan banyak terdapat pada pantun Melayu. Suku Melayu sangat pandai merangkai kata.

Kehalusan bahasa Bahasa Melayu implisit melalui kata-istilah kiasan.

Hingga saat ini, suku Melayu masih acapkali menggunakan kata kiasan dalam pantun-pantunnya.

Selain suku Melayu, suku Minang jua sering memakai kiasan pada berbagai karya sastranya. Tak terkecuali dalam pantun.

Kiasan ini mampu sindiran.

Sedangkan pantun menurut suku-suku lainnya, misalnya Jawa, Sunda, Banjar, & lainnya sangat sedikit mengandung kiasan.

Itulah sebabnya, pada budaya Melayu sangat dikenal pribahasa. Pribahasa adalah bentuk lain berdasarkan kiasan.

Kata kiasan dan pribahasa sangat mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berikut ini beberapa pantun kiasan lainnya.

[9]

Jalan-jalan ke Palembang,

sungai Musi luas membentang.

Di mana bunga mulai berkembang,

di sana kumbang akan tiba. Artinya:

Jika terdapat anak wanita yang berkecimpung gadis, maka poly pria yang menyukainya.

[10]

Kayu jati dibuat papan,

burung puyuh jauh menghilang.

Padi kutanam dengan asa,

tumbuh jua rumput ilalang. Artinya:

Setiap kali berbuat kebaikan, umumnya terdapat saja halang rintangan.

[11]

Pergi ke pasar membeli beras,

membeli cincin berhias permata.

Mengharap hujan turun deras,

hanya gerimis sekejap mata. Artinya:

Mengharapkan laba yg besar . Namun hanya menerima laba yg sangat kecil.

[12]

Melihat ikan di tepi kolam,

pohon pinang jadi tambatan.

Air beriak pertanda tak pada,

air damai menghanyutkan. Artinya:

Orang yang ilmunya sedikit umumnya banyak bicara. Sedangkan orang yg banyak ilmunya lebih damai.

[13]

Keras keras cangkang kerang,

walau keras tetap dibawa.

Walaupun punggung parang,

jika diasah tajam jua. Artinya:

Sebodoh apapun seorang, jika ia tekun belajar pasti akan sebagai pintar.

[14]

Manis cita rasanya buah sirsak,

ombak datang bergulung-rol.

Dimana bumi dipijak,

pada sana langit dijunjung. Artinya:

Kita sebaiknya menghormati norma istiadat wilayah yg kita tinggali.

Macam-macam kiasan lainnya

Angin bertiup hingga menderu,

Nyamuk masuk pada kelambu.

Langit terkembang menjadi guru,

poly merenung banyak ilmu.

Ikan mini telah berenang,

Anak mini memakan tajin.

Sehari sehelai benang,

Setahun sebagai kain.

Bambu kecil jadi rakit,

Tergores badan trasa sakit.

Sedikit demi sedikit

Lama-lama menjadi bukit.

Dari Cikampek ke Maranggi,

Sore hati jangkrik berbunyi.

Tak ada gunung yang terlalu tinggi,

Tak ada lereng yg tidak bisa dituruni.

Surya senja mulai redup,

Telah habis cahaya jelas.

Mengikut angin bertiup,

Tak teguh seperti karang.

Ramai orang sedang kenduri,

Dari laut mengail pari.

Bertanam padi tumbuh duri,

Bertanam budi dibalas iri.

Burung dara burung gelatik,

Amat indah warna sayapnya.

Karena nila setitik,

Rusak susu sebelanga.

Ular kobra ekspresi berbisa,

Mati satu dalam peti.

Mengikut rasa akan binasa,

Mengikut hati niscaya mangkat .

Ada biawak pada pada kolam,

Kodok kecil nyaring nyanyinya.

Air beriak pertanda tak pada,

Tong kosong nyaring bunyinya.

Kalau belajar niscaya mengerti,

Belajar agama menjadi paderi.

Luka di tangan dapat diobati,

Luka hati ke mana obat dicari.

Sayur ikan di atas talam,

Gadis anggun tersenyum simpul.

Laksana telaga dasarnya pada,

Dimana air banyak berkumpul

Buah segar sehat raga,

Kacang tempe dibuat memahami.

Dalam lautan sanggup diduga,

Dalam hati siapa yg memahami.

Kiasan yg datang berdasarkan para petani

Hujan turun rintik-rintik,

Lari ke hutan anak si kancil.

Siapa menanam akan memetik,

Siapa bekerja akan berhasil.

Nasi putih dalam piring,

Lauk pauk masih mentah.

Sawah luas airnya kemarau,

Parang tajam gagangnya patah.

Mata mengantuk terlihat sayu,

Kaki sakit lantaran tertusuk.

Kurang air kembang kan layu,

Banyak air akan membusuk.

Pisang emas telah menua,

Pisang ambon hendak dicampur.

Bukan emas bukan permata,

Benih butuh air dan lumpur.

Lancang Kuning sebuah indikasi,

Adat Melayu di Sumatera.

Sawah menguning bagai permata,

Membuat senang orang bekerja.

Mentari senja mulai terbenam,

Esok pagi akan balik .

Satu benih yg ditanam,

Kan memberi beribu kali.

Pantun kiasan para pedagang.

Ketika seseorang menciptakan pantun kiasan, berarti mereka mengungkapkan pesan secara tidak eksklusif.

Pantun seperti ini memberikan makna bahwa:

Masyarakat mempunyai tata krama sopan santun pada membicarakan pendapatnya.

Agar masyarakat merogoh faedah menurut pepatah yang disampaikan.

Agar orang lain nir tersinggung terhadap pesan yg disampaikan.

Selain pantun kiasan, biasanya warga jua menggunakan pantun insinuasi.

Pantun sindirian yang dimaksud di masa kemudian tidak sama menggunakan sindiran di masa sekarang.

Pada masa kini , kata sindiran bermakna mengungkapkan pesan secara tidak pribadi tetapi merendahkan orang yg dituju.

Sedangkan insinuasi pada masa lalu bermakna membicarakan pesan secara pribadi, secara baik, dan tidak selalu bermaksud buat menyinggung orang yg dituju.

Jangan lupa menggunakan pantun teka-teki yg lengkap dan terbaik.

Baca pula: 47+ Puisi Cinta, Puisi Ibu, Puisi Guru, dan Puisi Sahabat