Pantun Cinta Gombal Gembel Romantis Banget
Pantun Cinta Gombal Gembel – kemarin kita baru saja menuliskan beberapa bait pantun cinta gombal abis. Sebagiannya terdiri dari pantun 4 bait ada juga 2 bait.
Sengaja kami tuliskan banyak sekali pantun cinta agar engkau bisa menerima banyak sekali macam pantun.
|
| Remaja Melayu menggunakan pantun untuk mengungkapkan cinta |
Selain itu apa yg engkau temukan pada sini adalah pantun pantun terkini yg tidak mungkin ada di loka lain. Lantaran seluruh pantun masih fresh nir ada satupun yg hasil copy paste.
Cobalah baca beberapa pantun di bawah ini.
Pantun Cinta Sedikit Gombal
Pakai hijab motif batik,
Sangat anggun waktu berjalan.
Wahai cewek si gadis cantik,
Boleh dong kita kenalan.
Kalau kaki hendak berjalan,
Jangan poly macam pikiran.
Kalau hari ini tidak kenalan,
saya akan semakin bertanya-tanya.
Pinggir kali tumbuh jati,
Sayang pohonnya sudah meninggal.
Sekali pandang langsung jatuh hati,
Apakah ini yg dinamakan cinta sejati?
Anak Melayu main layang-layang,
Angin bertiup tubuh bergoyang.
Sekali pandang terbayang-bayang,
Mungkin sudah tumbuh cinta & sayang.
Dari Malaka ke Kota Pinang,
Pulang jauh beli selendang.
Hati ini merasa senang ,
Saat kita beradu pandang.
Anak bangau mencari ikan,
Turun ke sawah cari ke kali.
Walaupun jarak memisahkan,
Jauh di mata dekat di hati.
Sungguh latif batu permata,
Simpan ia di dalam peti.
Izinkan kungkapkan rasa cinta,
Pada adinda permata hati.
Harum mawar dan selasih,
Penghias istana kerjaan.
Kan kutabur cinta dan kasih,
Untukmu wahai gadis pujaan.
Dengar suara bunyi belati,
Lihat page amat higienis.
Rasa sunyi dalam hati,
Saat jauh darimu kekasih.
Pergi ke sawah menanam padi,
Padi dipanen bisa sekati.
Cinta ini kan tak pernah mati,
Tak kan pudar hingga meninggal.
Untuk bonus, baca juga kumpulan pantun cinta untuk gombal cewek/cowok. Semua pantunnya oke.
Gombalan Romantis
Turun hujan ladang basah,
Ibu asyik duduk merenda.
Kenapa hati terasa gundah,
Rupanya rindu pada adinda.
Mari buat kudapan manis loyang,
Untuk puteri juga para dayang.
Siapa bilang aku tidak sayang,
Siang malam terbayang-bayang.
Kalau jatuh dalam kereta,
Mungkin bertemu menggunakan genta.
Kalau sudah jatuh cinta,
Kekuranganpun indah pada mata.
Tumbuh tinggi alang-alang,
Buah petai satu kepingan.
Sakit hati bukan kepalang,
cintaku bertepuk sebelah tangan.
Memintal kapas jadikan benang,
Wajah bagus selalu membayang.
Hanya adinda yang terkenang,
Itulah indikasi cinta & sayang.
Telah dilempar segala sauh,
Duduk terkulai di bawah perdu.
Tak ingin pergi jauh,
Bagaimana kelak mengobati rindu?
Kenapa hilang butir padi,
Saat dicari temukan ragi.
Kenapa melamun menurut tersebut,
Takut dinda marah lagi.
Hendak bertanya terasa segan,
Akhirnya kaki jatuh ke liang.
Marahlah adinda jangan sungkan,
Biar murka abang tetap sayang.
Batu belah tempatnya batik,
Mengalir air buat diminum.
Waktu murka masih anggun,
Apalagi bila tersenyum.
Lompat jauh si anak tupai,
Berhenti pada atas daun jati.
Kalau dinda memang pandai ,
Dimana letaknya cinta sejati?
Mangga harum namanya kweni,
Dimakan oleh pertapa sakti.
Cinta sejati terdapat pada sini,
Di hati terdapat, pada luar terbukti.
Ada landak di atas nampan,
Lalu duduk pada bawah dipan.
Jika hendak mencari yg tampan,
Yang ganteng ada di depan.
Ramai benar-benar di hari raya,
Semua orang merasa senang .
Jika ingin mencari yang setia,
Memang akulah orangnya.
Makan tahu dicampur petis,
Anak kecil bermain kasti.
Kalau mau yang romantis,
Diriku memang sudah niscaya.
Masih dingin menjemur padi,
Terkena air padinya musnah.
Kalau ingin cinta tak pernah mati,
Jauhkah bohong biasakan jujur.
Anak ikan makan jerami,
Mati satu ketika pagi.
Cinta akan tumbuh bersemi,
Jika kita sama mengembangkan.
Ke atas genteng naik tangga,
Hati-hati poly lumutnya.
Kuharap kasih hingga ke surga ,
Tak sebatas hanya di dunia.
Pantun Cinta Buat Cowok
Rasa marah tuan raja,
Saat badai sedang melanda.
Kalau suka nyatakan saja,
Jangan disimpan di pada dada.
Hijau ranau rona Bumi,
Mata menatap kaki berhenti.
Cinta sanggup tumbuh bersemi,
Bila lapang dada dari hati.
Untuk apa menebang kayu,
Menebang kayu tiada gunanya.
Untuk apa merayu-rayu,
Katakan saja apa adanya.
Masa muda sudah berlalu,
Hanya melamun dan terpaku.
Hendak bertanya terasa membuat malu,
Benarkah dikau sayang padaku?
Naik sampan tiada dayungnya,
Naik rakit basah badannya.
Sudah tampan baik hatinya,
Alangkah beruntung pendampingnya.
Api tungku merebus jamu,
Api semangat datanglah harta.
Kutunggu tiada bertemu,
Kunanti tiada kabar warta.
Perahu melaju oleh nelayan,
Papan belah untuk titian.
Bukan gombal bukan rayuan,
Kuingin suatu kepastian.
Permata istilah dibuat madah,
Disusun oleh penyair bestari.
Cinta ibarat permata indah,
Lebih indah pada tangan sang puteri.
Jika duri berbentuk jangkar,
Mungkin mudah untuk digambar.
Aku ibarat nuri pada sangkar,
Hendak terbang takut disambar.
Pena hilang habislah tinta,
Air asam bercampur cuka.
Dalam hati tumbuh cinta,
Sebab seringnya bertatap muka.
Jangan rakus terhadap harta,
Jika tiada sampai ke nirwana.
Mungkinkah impian ini jadi konkret,
Ataukah sekedar angan belaka.
Demikian beberapa pantun gombal gembel asal tulis tapi lumayan romantis. Moga saja bisa untuk dijadikan pantun cinta untuk kita semua.