Hikmah Membaca Al-Quran
Sudah lama ya gak share artikel lagi yang baru di Artikelcaratips.blogspot.com ini ,,, Karena kesibukan di dunia nyata kawan jadi belom bisa share tapi kali ini admin akan share artikel tentang Hikmah Membaca Al-Quran
Semoga berguna untuk kita semua ,, salam blogger kawan ..
Membaca al-Qur?An adalah ibadah, selain berdasarkan itu terkandung jua macam-macam tujuan & hikmah yg luar biasa. Lima diantaranya yg akan diuraikan dibawah ini mudah-mudahan dapat menaruh dorongan kepada seorang Muslim buat membaca al-Qur?An, memperbanyak dan menyibukkan diri dengannya dan selalu bersamanya.
Hikmah Membaca Al-Quran
Lima diantara Hikmah membaca Al-Qur'an itu merupakan:
1. Membaca al-Qur’an untuk memperoleh ilmu
Inilah tujuan menurut diturunkannya al-Qur?An yg paling penting dan paling agung serta tujuan dari perintah buat membacanya. Bahkan termasuk rentetan pahala dari membacanya. Allah Subhaanahu Wata?Ala berfirman, ialah,
?Ini adalah sebuah Kitab yg kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya & supaya menerima pelajaran orang-orang yang memiliki pikiran.? (QS. Shaad: 29).
Ibnu Mas?Ud Radhiyallahu ?Anhu mengungkapkan, ?Apabila Anda menginginkan ilmu, maka bacalah al-Qur?An ini, karena pada dalamnya terkandung ilmu umat terdahulu dan yg akan tiba.? (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, VI/126).
Al-Hasan bin Ali?Radhiyallahu ?Anhuma?Menyampaikan, ?Orang-orang sebelum kalian memandang bahwa al-Qur?An adalah surat-surat berdasarkan Rabb mereka, sebagai akibatnya mereka mentadabburinya di ketika malam dan mencarinya pada saat siang hari.? (at-Tibyan karya Imam an-Nawawi: 28).
Sesuatu yang bisa membantu mewujudkan tujuan ini merupakan hendaknya Anda membaca al-Qur?An misalnya halnya seorang siswa membaca buku pelajarannya pada malam ujian. Konsentrasinya penuh, & bersiap-siap buat diuji habis-habisan.
Kita seluruh dalam kehidupan ini sedang diuji melalui al-Qur?An. Di antara kita terdapat yg ulet & bersungguh-sungguh & selalu mengulang-ulang buku tadi sehingga jawaban-jawabannya akan selalu cepat & sempurna. Ada pula yg menyepelekan, ogah-ogahan serta main-main. Dan bila ditanya sesuatu tentang al-Qur?An, dia akan menjawab: Hah? Hah! Saya nir tahu.
Setiap situasi, insiden atau kondisi yang melintasi Anda, niscaya pernah membuat Anda bertanya-tanya, ?Adakah hal ini tertera dalam al-Qur?An? Di mana hal tersebut disebutkan dalam al-Qur?An??
Berapa banyak kita telah membaca atau mendengar tentang orang-orang yang tersentak karena makna ayat al-Qur’an sirna dari hatinya, sehingga ia mengatakan, “Apakah ayat ini ada dalam al-Qur’an? Seolah-olah saya baru pertama kali mendengarnya.”
2. Membaca al-Qur’an untuk diamalkan
Yaitu membaca al-Qur'an dengan niat mengamalkannya; dengan niat mencari ilmu untuk diamalkan. Maka sepantasnyalah pembaca al-Qur’an berhenti di setiap ayat untuk memperhatikan apa isi yang dikandungnya; adakah perintah, atau larangan, atau keutamaan yang hendaknya ia berhias dengannya? Ataukah ada bahaya yang mengelilinginya yang harus diwaspadai?
Al-Hasan bin Ali—radhiyallahu ‘anhuma—berkata, “Bacalah al-Qur'an sehingga bisa mencegahmu (melakukan dosa). Bila belum demikian, maka (pada hakekatnya) Anda belum membacanya.” (Kanzul ‘Ummal: I/2776).
Al-Hasan al-Bashri—rahimahullah—berkata, “Sesungguhnya al-Qur'an ini telah dibaca oleh para hamba sahaya dan anak-anak yang tidak memiliki ilmu tentang tafsirannya… Padahal sebenarnya, tadabbur ayat-ayat al-Qur'an itu hanya dengan mengikutinya. Tadabbur al-Qur'an bukan sekadar menghapal huruf-hurufnya, lalu batasan-batasannya diabaikan. Hingga salah seorang dari mereka mengatakan, “Saya telah membaca al-Qur'an seluruhnya dan saya tidak pernah meninggalkan satu huruf pun.” Namun demi Allah, ia telah meninggalkan seluruh hurufnya. Karena ia tidak mewujudkan al-Qur'an dalam akhlak dan amalannya. Bahkan salah seorang dari mereka mengatakan, “Saya mampu membaca satu surat dalam satu tarikan nafas.” Demi Allah, mereka bukanlah seorang pembaca al-Qur'an, bukan ulama, bukan ahli hikmah, dan bukan seorang yang memiliki kewibawaan. Sampai kapan para pembaca al-Qur'an berbuat seperti ini? Semoga Allah tidak menambah jumlah orang seperti mereka.”(Syu’ab al-Iman karya al-Baihaqi (II/541), al-Zuhud karya Ibnu al-Mubarak (I/274).
3. Membaca al-Qur'an untuk Bermunajat kepada Allah
Seorang pembaca al-Qur'an, hendaknya merasa bahwa Allah sedang berdialog langsung dengannya dan mendengar bacaannya. Apabila beliau melewati ayat yang mengandung tasbih, hendaklah dia bertasbih. Ketika melewati ayat yang mengandung ancaman, ia meminta proteksi. Dan jika melewati ayat yg mengandung permohonan, dia pun bermohon.
Inilah gambaran bermunajat dengan al-Qur'an, yaitu bacaan yg hidup. Di mana seorang hamba sadar, apa yang sedang ia baca? Mengapa dia membacanya? Siapa yg beliau ajak berbicara dengan bacaan tadi? Apa yg dia butuhkan dari-Nya? Serta mengetahui kewajibannya terhadap al-Qur'an, yaitu mengagungkan dan menyucikannya.
4. Membaca al-Qur'an untuk Mendapatkan Pahala
Dari Ibnu Mas?Ud Radhiyallahu ?Anhu, beliau berkata, ?Rasulullah Shallallahu ?Alaihi Wasallam bersabda, ?Barang siapa membaca satu huruf berdasarkan kitabullah, maka ia akan menerima satu kebaikan, & satu kebaikan dibalas menggunakan sepuluh kali lipat. Saya tidak berkata bahwa aliflammim adalah satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu alfabet , & mim satu alfabet .? (HR. Al-Tirmidzi, beliau menyampaikan, ?Hadits hasan shahih).
Masih poly nash yg menjelaskan pahala yg besar bagi para pembaca al-Qur'an (lihat al-Fikrah, Sembilan Keutamaan Membaca al-Qur'an, edisi 07/tahun VI).
5. Membaca al-Qur'an untuk Berobat
Allah Ta?Ala berfirman, artinya,
?Hai insan, sesungguhnya sudah tiba kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yg berada) pada dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.? (QS. Yunus: 57).
?Dan kami turunkan berdasarkan al-Quran suatu yang menjadi penawar & rahmat bagi orang-orang yg beriman.? (QS. Al-Israa?: 82).
Al-Qur'an adalah obat bagi hati dari berbagai penyakit syahwat dan syubhat serta bisikan-bisikan dengan berbagai bentuknya, baik yang memaksa maupun tidak. Al-Qur'an juga obat bagi tubuh dari berbagai penyakit. Setiap kali seorang hamba menghadirkan tujuan ini, maka ia akan mendapatkan dua obat; obat ilmu maknawi nafsi (rohani), dan obat materi untuk tubuh (jasmani), dengan izin Allah.
Dari Ali Radhiyallahu ?Anhu, beliau mengungkapkan, Rasulullah Shallallahu ?Alaihi Wasallam bersabda, ?Sebaik-baik obat adalah al-Qur'an.? (Silsilah al-Ahadits al-Shahihah (IV/931).
Penyembuhan dengan al-Qur'an dapat diperoleh melalui dua cara: Pertama, membacanya di waktu shalat, terutama di waktu malam yang akhir dengan menghadirkan niat berobat. Kedua, ruqyah dengan menggunakan al-Qur'an.
Beginilah seharusnya kita berinteraksi dengan al-Qur'an. Al-Qur'an adalah mudah bagi setiap orang yang benar dalam berinteraksi dengannya dan bersungguh-sugguh dalam mempelajari ilmunya dan mengamalkannya. Wallahu Waliyyut Taufiq
Hikmah Membaca Al-Quran
Disadur ulang dari bahasa aslinya oleh Asep Iwan berdasarkan asal: The Mystery of the Qur?An Secret Power Karya Dr. Khalid Abdul Karim al-Laahim. (Al Fikrah No.19/Tahun XI/13 Dzulqadah 1431H)
apabila Anda merasa artikel ini bermanfaat bagi Anda dan teman teman Anda boleh Anda share di Facebook Atau Twitter Anda Melalui share dibawah ini satu share artikel ini ke Facebook atau Twitter mitra akan sangat membantu kemajuan blog ini. Saya sangat berterima Kasih sudah mau membantu buat kemajuan blog ini ,, Jangan lupa baca artikel lainya ya mitra ,,, apabila ada yg ingin bertanya boleh buat berkomentar dibawah ini aku akan secepat membalasnya ,, apabila ingin langsung ke email admin boleh langung ke Contact Us yang diatas saya akan membalas melalui gmail ,, Terima Kasih telah berkunjung ..