31 Puisi Sekolahku Yang Indah, Kebanggaanku
Ada sahabat yang baik hati,
Ada guru yang mengasihi,
terdapat kelas yang begitu rapi.
Ada taman dan pepohonan,
Angin semilir beri kesejukan,
Itulah sekolahku,
Yang indah
Dan membanggakan.
.
.
.
Karya kieta_Anna Noer Jannah.
Kalau lingkungan sekolah bersih hijau dan sejuk, maka tuliskan saja pada bentuk puisi.
Biarkan setiap istilah pada puisi mendeskripsikan betapa indahnya tempat tinggal keduamu itu.
Seperti juga puisi guru yang singkat, yang pernah dituliskan, semuanya menggambarkan kenangan indah di sekolah.
Di sekolah kita mengejar cita-cita, entah menjadi polwan, dokter, maupun jadi guru.
Maka amatlah cantik bila kita mempuisikannya menjadi puisi sekolahku kebanggaanku.
Puisi Sekolahku Untuk Anak-Anak Sekolah Dasar
Inilah puisi sekolahku yg pertama. Dibuat khusus dengan kata-istilah sederhana. Karena untuk pembelajaran anak-anak sekolah dasar (SD).
Puisi sekolahku ini terdiri hanya dua bait setiap judulnya.
Indahnya Sekolahku
Indahnya sekolahku,
Kelasnya bersih,
Halamannya rapi,
Ada bunga pada sana sini.
Indahnya sekolahku,
Tempat belajar bersama pengajar,
Tempat bermain menggunakan teman,
Duduk bersama di tepi taman.
Sekolahku Tercinta
Sekolahku yang kucinta,
Betapa aku merasa bangga,
Sekolah latif higienis & rapi,
Membuat senang rasa pada hati.
Oh sekolahku,
Aku akan selalu rindu
Belajar mencari ilmu
Duduk manis dengarkan guru.
Guruku Yang Baik Hati
Aku sayang dalam guruku,
sangat baik kepada kami,
mengajar sepenuh hati
bagaikan orang tua sendiri.
Aku senang sekolah di sini,
Kelasnya bersih dan selalu rapi,
Pengajar kami selalu mengajarkan,
Supaya menjaga estetika.
Belajar Dengan Senang
Sekolahku merupakan tempat terbaik,
Untuk belajar mendapat ilmu
Dengan guru yang terbaik.
Sekolahku adalah loka menyenangkan
Untuk bersahabat & bergaul
Kami senang berkawan
Dalam hati saling sayang.
Taman Sekolah
Lihatlah taman indah
Menghiasi laman sekolah
Membuat siswa semakin betah
Itulah sekolahku jembatan masa depan.
Tempat kupu-kupu dan lebah,
Bermain riang berpindah-pindah
Taman higienis tiada sampah
Itulah sekolahku jadi pujian.
Sekolahku Yang Bersih
Selanjutnya kita membuat puisi sekolahku yang higienis.
Kebersihan adalah unsur berdasarkan keindahan. Di mana loka selalu bersih, pada sana jua ditemukan keindahan.
Oleh karenanya puisi selanjutnya bertemakan sekolahku yang higienis.
Sekolahku Selalu Bersih
Sekolahku selalu bersih,
Tertata segalanya dengan rapi
Tiada sampah di sana sini
Bunga berkembang menciptakan asri.
Sekolahku selalu bersih,
Kami piket setiap hari,
Pengajar & anak didik senang hati
Itulah sekolah kami.
Bersih Itu Indah
Kulihat kelasku,
Kulihat sekolahku,
Indah semuanya
Karena bunga-bunga.
Tidak terdapat sampah,
Terlihat higienis semua,
Sehingga tampak latif,
Sehingga saya bahagia pada sekolah.
Rindu Sekolah
Kurindukan sekolahku
Yang asri poly pepohonan.
Di sanalah aku belajar
Menuntut ilmu meraih cita.
Aku rindukan sekolahku,
Yang bersihnya terpelihara
Tempat nyaman bagi semua,
Untuk belajar bermain bersama.
Bersihkan Dulu
Bersihkan dulu pakaianmu,
Rapikan dulu rambutmu,
Jangan kotor jangan kusut
Apalagi semerawut.
Sekolah kita sekolah yg higienis,
Semua orang selalu rapi,
Inilah sekolah idaman,
Yang selalu kita rindukan.
Bersih Itu Indah
Sekolahku memang sederhana,
Tak mewah misalnya yg lainnya.
Tapi terdapat yang aku senang,
Sekolahku ini terlihat latif.
Semuanya tampak bersih,
Sampah kecilpun dipunguti.
Sedap mata memandang,
Sekolahku Inspirasiku
Pernahkan engkau kenal dengan seseorang yg terinspirasi oleh sekolahnya?
Ya sekolah merupakan sumber ilham. Karena menurut sekolah itu, engkau tahu saudara tertua-saudara tertua kelas yang sukses.
Bisa jadi mereka tiba ke sekolah. Memberi wangsit. Dan kamu keliru satu orang yg mendapatkan ide tersebut.
Inilah puisi sekolahku inspirasiku. Selamat menikmati.
Inspirasiku
Di sini
Di sekolah ini,
Aku menemukan
Api semangat yg membara.
Di sekolah ini,
Aku menemukan
Teman-sahabat yang rela berjuang.
Sekolahku,
Laksana mata air
Yang mengalirkan wangsit
Ke pada hati tanpa henti.
Di Sini Aku Memulai
Langkah kaki
Memasuki gerbangmu
Setiap hari, tanpa pernah kurasa jemu.
Betapa aku mengerti
Bahwa di sinilah saya memulai
Menapaki masa depan
Yang kuimpikan yg kuharapkan.
Di sekolah ini
Aku ditempa,
Agar kuat pantang menyerah,
Mengejar impian, hingga beliau mampu kuraih.
Saat Kupandang Kelasku
Saat kuedarkan pandanganku
Pada kelas tempatku belajar.
Maka aku terkenang
Pada pengajar-pengajar yang mengajarkan.
Pada teman-sahabat yang asyik
Baik hati dan setia dalam persahabatan.
Tapi,
Yang lebih kuingat lagi
Tentang kelasku ini.
Di sinilah tempatku membuka
Membuka gerbang masa depan.
Di kelas ini,
Bersama guru & sahabat-sahabat,
Merekalah sesungguhnya yang mengantarkan
Diriku dalam keberhasilan.
Jangan Menyerah
Belajarlah
Dalam kegigihan dan kesungguhan.
Lihatlah,
Cita-citamu sedang menanti
Di hamparan masa depan
Untuk kau sentuh sang tanganmu.
Jangan kau abaikan
Cita-cita merasa sunyi
Sepi sendiri, pada ujung sana.
Ingatlah.
Suatu hari nanti
Kau akan mendatanginya
Menyentuhnya, memeluknya.
Kejarlah keinginan
Dengan belajar & usaha
Teruslah bekerja keras
Hingga suatu ketika
Cita-cita datang padamu
Dan ia senang lantaran kau tiba menemuinya.
Begitu Bahagia
Betapa aku senang
Duduk di kursi, menyentuh meja
& berjumpa menggunakan mitra
di kelas ini, pada sekolah ini.
Saya begitu senang
karena saya tahu
bahwa pada sinilah aku berubah.
Mengeja asa, harapan, dan masa depan
Bersama menggunakan mitra-kawan.
Sekolah Sekolah Menengah Atas Tercinta
Sekolah Sekolah Menengah Atas adalah keliru satu masa paling mengesankan.
Di sanalah mulai tumbuh kematangan.
Masa-masa dimana seorang anak mulai belajar menapakai kehidupan yg sesungguhnya.
Dan inilah beliau puisi sekolah SMA tercinta.
Sekolah Menengah Atas Tercinta
Begitu banyak cerita
Di pada sekolah tercinta.
Tentang guru yang baik hati,
Atau teman yang berbudi.
Masa-masa SMA tidak kan dilupa
Betapa banyak sisi indahnya
Belajar mengejar cita-cita,
Dengan segenap jiwa raga.
Tentang kelas yg berkesan,
Tentang sahabat yg mengasyikan,
Tentang pelajaran yg kadang menjengkelkan.
Ah, seluruh itu
Adalah estetika
Yang tak mungkin bisa diulang.
Cerita Kita
Ini adalah permulaan
Saat kita belajar di Sekolah Menengah Atas tercinta.
Bahwa engkau & saya
Bukan sekedar belajar & menghafal
Tapi juga meniti kehidupan.
Sekolah ini laksana lembaran
Yang putih tidak bernoda.
Lalu kita goreskan
Berbagai rasa dan cerita.
Kadang senang
Kadang rindu
Kadang bosan
Kadang malas.
Namun apapun itu
Semuanya bermuara pada satu
Satu kenangan yang paling indah.
Di sinilah aku mengenal teman
Yang mengembangkan suka & duka.
Di sini juga aku mengenal teman
Yang memberi hatiku kebahagiaan.
Satu hari kelak,
Satu per satu dari kita akan pergi.
Entah ke utara atau ke selatan,
Ke Timur atau ke Barat.
Pergi menggapai impian.
Tapi.
Ingatlah selalu,
Bahwa pada sini kita pernah berteman
Bersahabat, bermain, belajar, &
Saling berjanji buat nir saling melupakan.
Untuk Pengajar & Sahabat
Suatu hari nanti,
Ketika kita telah dewasa,
Ada sesuatu yang niscaya,
Bahwa kita mengenang hari ini.
Hari dimana kita berdiri
Dalam upacara bendera.
Hari saat dimarahi
Oleh guru karena lalai
Akan tugas yg diberikan.
Hari waktu bercanda tawa
Dengan teman sebangku
Dan sekelas.
Semua itu
Akan sebagai kenangan yang paling latif.
Maka buatlah, tuliskanlah,
Goreskanlah, sebuah kenangan
Yang membawa rasa bahagia.
Gita Cerita Sekolah Menengah Atas
Bila kau bertanya,
Di manakah kenangan yang paling latif?
Maka masa SMA merupakan jawabannya.
Saat setiap kenangan
Menjadi begitu berharga
Saat setiap kesempatan
Tak terlewati
Kecuali
Dalam suka cita.
Cerita Sekolah Menengah Atas
Adalah cerita tentang kita;
Yang mengejar asa
Bahwa masa depan
Begitu latif di sana.
Aku, kamu, kita semua
Kan berada pada sana pada saatnya.
Maka hari ini
Mari kita rasakan
Saat-ketika belajar
Karena setiap waktu
Adalah perjuangan buat masa depan.
Jemari Waktu
Jika waktu punya jemari
Tentu beliau akan senang
Menuliskan cerita
Tentang kamu & saya.
Yang bertemu di sekolah ini
Merangkai makna
Tentang usaha, persahabatan, penghargaan, dan hasrat.
Sekolahku Rumah Keduaku
Suatu tempat yg nyaman akan terasa sebagai tempat tinggal sendiri.
Begitu juga dengan sekolah, ketika setiap orang senang pada dalamnya, beliau tak ubahnya menjadi rumah ke 2.
Maka inilah puisi sekolahku berikutnya. Tentang sekolah yg sebagai tempat tinggal ke 2 bagi semuanya.
Sekolahku Rumah Keduaku
Jangan kau tanya
Kenapa saya begitu suka
Duduk di bangku kelas
Mendengarkan pelajaran sekolah.
Jangan kau tanya
Kenapa Saya begitu senang
Saat duduk bersama
Bercerita mengenai segala.
Karena sekolahku
Adalah rumah keduaku.
Di sini aku menemukan
Hangat kekeluargaan
Eratnya persahabatan
Riangnya pertemanan.
Ah,
Aku memang bahagia
Di sini, pada sekolah tercinta.
Rumah Belajar
Di antara kegamangan
Menapaki masa depan,
Kutemukan guru yang menenangkan.
Yang mengajarkan ilmu
Mendidik menggunakan kemuliaan.
Di antara kesepian hati
Merangkai istilah kekeluargaan,
Kutemukan sahabat yang menghangatkan.
Inilah tempat tinggal belajar
Tempat jiwa bernanung,
Tempat ilmu mengalir.
Semoga,
Kau, aku , & kita semua
Menemukan arti keluarga
Di setiap sudut sekolah
Yang kita cinta.
Masa Indah Sekolah Menengah Atas
Ingin kutuliskan lagi
Sebuah cerita yang menyentuh hati,
Tentang sebuah jiwa
Yang merasakan keindahan masa Sekolah Menengah Atas.
Jangan kau pinta
Untuk melupakan kenangan ini.
Lantaran saya kesulitan
Melepaskan setiap dtk
Dari kenangan bersamamu di sini.
Bangku yg kita duduki,
Meja yg kita menulis di atasnya,
Lantai, kelas, papan tulis,
Segalanya suatu hari kelak
Pastilah akan kita rindukan pulang.
Puisi Sekolah Anak SMP
Puisi sekolah selanjutnya buat anak-anak SMP. Yakni SMP.
Puisinya masih berkisar mengenai estetika, kebersihan, keelokan, & ajakan untuk memelihara sekolah.
Mari Berprestasi
Datang ke sekolah
Bukanlah suatu beban.
Belajar di kelas
Bukanlah suatu kebosanan.
Tetapi pada sinilah
kita memahami siapa yg mengukir
kemampuan berpikir, kebaikan, & ketekunan.
Sebab prestasi bukanlah hadiah,
Melainkan piala yang harus direbut
Dengan segenap usaha.
Marilah kita tiba
Ke sekolah ini buat berprestasi
Sebab Tuhan sudah anugerahkan
Bahwa setiap insan pada kehebatan.
Jangan pernah menyerah,
Sebab menyerah hanya
Untuk orang-orang yang kalah.
Teruslah berjuang
Sebab berjuang merupakan ciri
Dari para pengukir sejarah kehidupan.
Sekolah Baruku
Menapaki sejengkal demi sejengkal
Setapak demi setapak menurut sekolah ini
Pikiranku berkecamuk
Bukankah inilah sekolah baruku,
Suatu hari nanti aku habiskan
Waktuku pada sini.
Kupilih sekolah ini
Kubuat jiwaku betah pada dalamnya
Dan kusentuh dengan segenap cinta.
Lantaran saya tahu,
Di sinilah bermula
Apa yang dianggap menggunakan keberhasilan.
Mungkin di sinilah
Kutapaki jalan menuju masa depan
Kehidupan yang kuidam-idamkan.
Sekolah Juara
Sekolah kampiun
Dibangun sang kita.
Dengan ketekunan, kerajinan,
Kedisplinan, kegigihan...
Dengan ketaatan pada anggaran,
Pantang menyerah meraih impian,
Pada kecintaan pada kebersihan.
Maka jagalah kebersihan kelas,
Pelihara taman bunga,
Sayangi sahabat,
Dan hormati pengajar.
Maka sekolah kita kampiun,
Bukan hanya juara tentang
Keindahan bangunannya,
Keindahan tamannya,
Ataupun kesegaran udaranya.
Namun juga kampiun
Pada akhlak mulianya.
Sekolah Asri
Ingin kita sekolah yang latif,
Kelasnya bersih, lingkungannya sehat,
Tamannya indah, dan pepohonannya menghijau.
Bukan orang lain,
Kitalah yg akan menjadikannya
Dengan tangan yang membuang sampah
Kecuali pada tempatnya;
Dengan tangan yang menyirami
Bunga-bunga supaya asri.
Dengan kecintaan memelihara
Setiap bunga dan pohon
Tuk ciptakan lingkungan sekolah
yg bersih, sejuk, dan hijau.
Bukan orang lain,
Kita semualah yg menjadikannya.
Selanjutnya:
Sekolahku Yang latif
Puisi Sekolahku yg higienis
Puisi sekolahku inspirasiku
Puisi sekolahku kebanggaanku
Sekolahku tercinta
Sekolah Sekolah Menengah Atas tercinta
Puisi sekolahku tempat tinggal keduaku